KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari terus mengakselerasi pembangunan fasilitas dan infrastruktur kampus sebagai bagian dari komitmen institusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengalaman mahasiswa. Dalam perkembangan terbaru, Fakultas Arsitektur menjadi fokus utama pengembangan infrastruktur dengan proyek-proyek ambisius yang dijadwalkan selesai dalam dua tahun ke depan.
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan pada Rabu, 09 April 2026, pembangunan infrastruktur di kampus utama Universitas Muhammadiyah Kendari yang terletak di Jalan Sultan Muhammad Zaini, Kendari, meliputi beberapa proyek strategis. Di antaranya adalah konstruksi gedung studi studio arsitektur baru seluas 3.500 meter persegi, renovasi perpustakaan digital terintegrasi, dan pembangunan fasilitas laboratorium desain dan teknologi konstruksi modern.
“Investasi infrastruktur ini merupakan wujud nyata komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung pengembangan kreativitas mahasiswa,” ungkap Dr. Ir. Samsudin, M.Si., Dekan Fakultas Arsitektur Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam pernyataan formal kepada media kampus pada Selasa, 08 April 2026.
Latar Belakang Pembangunan Infrastruktur
Keputusan untuk menggenjot pembangunan infrastruktur kampus tidak muncul begitu saja. Dilatar belakangi oleh pertumbuhan mahasiswa yang signifikan dalam lima tahun terakhir, Universitas Muhammadiyah Kendari mengalami peningkatan jumlah pendaftar mencapai 35 persen. Khusus untuk Fakultas Arsitektur, peningkatan ini tercermin dari pertumbuhan mahasiswa aktif dari 280 orang pada tahun 2021 menjadi 487 orang pada tahun 2025.
Pertumbuhan yang pesat ini membuat keterbatasan fasilitas menjadi isu krusial yang harus segera diatasi. Sebelumnya, mahasiswa Fakultas Arsitektur berbagi fasilitas studio dengan program studi lain, sedangkan kebutuhan akan studio desain yang khusus menjadi semakin mendesak mengingat karakteristik pendidikan arsitektur yang memerlukan ruang kerja yang luas dan terstruktur.
“Kami menyadari bahwa fasilitas yang ada saat ini sudah tidak mampu menampung kebutuhan akademik mahasiswa kami. Studio desain yang sempit dan berbagi pakai dengan program lain menjadi kendala dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, rencana pembangunan infrastruktur baru menjadi keharusan,” jelas Dr. Ir. Samsudin dalam diskusi mendalam bersama tim manajemen kampus pada Senin lalu.
Selain itu, akreditasi internasional juga menjadi pemicu percepatan pembangunan ini. Fakultas Arsitektur menargetkan mendapatkan akreditasi dari badan internasional dalam tahun-tahun mendatang. Standar infrastruktur yang diminta oleh lembaga akreditasi internasional memang jauh lebih ketat dibandingkan standar nasional, sehingga upaya peningkatan fasilitas menjadi strategis.
Detail Proyek Pembangunan
Proyek pembangunan infrastruktur Fakultas Arsitektur Universitas Muhammadiyah Kendari dirancang dengan cermat untuk memastikan setiap elemen mendukung proses pembelajaran yang optimal. Proyek-proyek tersebut dijabarkan sebagai berikut:
Gedung Studio Arsitektur Baru
Gedung yang akan dibangun seluas 3.500 meter persegi ini dirancang khusus dengan mempertimbangkan kebutuhan spesifik pendidikan arsitektur. Struktur bangunan akan terdiri dari lima lantai dengan tata ruang yang fleksibel. Lantai pertama akan difungsikan sebagai zona publik dengan galeri pameran karya mahasiswa dan area resepsi. Lantai dua hingga empat dialokasikan untuk studio desain dengan kapasitas total 240 mahasiswa secara bersamaan.
“Desain gedung ini telah melalui proses kurasi yang ketat melibatkan para ahli arsitektur dan pendidik. Kami memastikan setiap sudut ruang mampu menginspirasi kreativitas mahasiswa sambil tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan,” terang Ir. Bambang Sutrisno, Kepala Bagian Perencanaan dan Pengembangan Kampus, dalam wawancara pada Kamis, 03 April 2026.
Lantai kelima akan menjadi ruang dosen dan ruang seminar dengan teknologi multimedia terkini. Keseluruhan bangunan akan menerapkan prinsip arsitektur hijau dengan pemanfaatan pencahayaan alami maksimal, sistem ventilasi alami, dan penggunaan material ramah lingkungan.
Laboratorium Desain dan Teknologi Konstruksi
Selain studio, universitas juga membangun laboratorium desain dan teknologi konstruksi seluas 1.200 meter persegi. Laboratorium ini akan dilengkapi dengan peralatan modern termasuk mesin printer 3D untuk model arsitektur, software desain generasi terbaru, peralatan uji material konstruksi, dan fasilitas virtual reality untuk simulasi desain.
“Laboratorium ini akan menjadi jantung inovasi di Fakultas Arsitektur. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga dapat mengeksperimen dan menciptakan solusi desain yang inovatif,” ujar Dr. Ir. Hendra Wijaya, M.T., Ketua Program Studi Arsitektur, dengan antusiasme.
Renovasi Perpustakaan Digital Terintegrasi
Proyek ketiga adalah renovasi perpustakaan yang ada dengan transformasi menjadi perpustakaan digital terintegrasi modern. Perpustakaan yang sebelumnya hanya menyimpan koleksi fisik akan diperluas dengan sistem akses digital lengkap. Investasi ini mencakup pengadaan koleksi e-book arsitektur internasional, jurnal digital, dan database desain yang terintegrasi dengan sistem perpustakaan online.
Area fisik perpustakaan juga akan ditata ulang dengan konsep modern learning commons, yang menggabungkan area baca tradisional dengan ruang kolaborasi, area diskusi, dan zona digital. Kapasitas tempat duduk akan ditingkatkan dari 120 menjadi 250 tempat.
Jadwal dan Pendanaan
Ketiga proyek pembangunan ini dijadwalkan dilaksanakan secara bertahap dengan target penyelesaian dalam dua tahun, yakni pada akhir tahun 2028. Fase pertama fokus pada pembangunan gedung studio arsitektur yang diperkirakan selesai pada kuartal ketiga tahun 2027. Sementara laboratorium dan renovasi perpustakaan akan diselesaikan pada fase kedua.
Total investasi untuk ketiga proyek ini mencapai Rp 48 miliar, yang bersumber dari berbagai saluran pembiayaan. Rektorat Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen mengalokasikan Rp 28 miliar dari dana operasional dan dana pengembangan institusi. Sisanya akan diperoleh melalui kerja sama dengan donor alumni, dukungan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, serta potensi kerjasama dengan mitra korporat yang peduli terhadap pengembangan pendidikan tinggi.
“Kami telah melakukan kajian finansial menyeluruh untuk memastikan proyek ini sustainable dan tidak memberatkan institusi secara jangka panjang,” terang Drs. M. Ilham Pasaribu, M.Sc., Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Sarana Prasarana, pada jumpa pers virtual yang diselenggarakan Selasa lalu.
Perspektif Mahasiswa dan Dosen
Berita tentang pembangunan infrastruktur baru ini menerima respons positif dari berbagai kalangan akademis. Mahasiswa Fakultas Arsitektur menunjukkan antusiasme tinggi terhadap rencana tersebut.
“Kami sangat senang mendengar ada rencana pembangunan studio baru. Selama ini, ruang studio sangat terbatas dan sering berantrian. Dengan studio baru, kami bisa lebih optimal dalam mengerjakan proyek desain kami,” ungkap Nabila Surya, mahasiswa semester lima Program Studi Arsitektur, saat ditemui di kawasan kampus pada Rabu, 09 April 2026.
Pandangan serupa juga datang dari kalangan dosen. Mereka melihat pembangunan infrastruktur ini sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan riset.
“Sebagai dosen, kehadiran fasilitas modern sangat membantu proses pembelajaran. Dengan laboratorium desain yang lengkap, mahasiswa dapat terlibat dalam proyek-proyek yang lebih kompleks dan relevan dengan industri,” jelas Ir. Putri Handayani, M.Arch., dosen studio desain Fakultas Arsitektur.
Dampak dan Harapan ke Depan
Pembangunan infrastruktur ini diharapkan memberikan dampak komprehensif terhadap perkembangan Fakultas Arsitektur dan Universitas Muhammadiyah Kendari secara keseluruhan. Pertama, dampak akademik langsung terlihat dari peningkatan kapasitas dan kualitas pembelajaran. Dengan studio dan laboratorium yang memadai, proses pembelajaran dapat dilakukan lebih efektif dan efisien.
Kedua, pembangunan ini akan meningkatkan daya saing akademik institusi. Fasilitas modern adalah salah satu faktor yang dipertimbangkan calon mahasiswa dan lembaga akreditasi dalam mengevaluasi kualitas suatu program studi. Dengan infrastruktur baru, Universitas Muhammadiyah Kendari diharapkan dapat menarik mahasiswa berkualitas lebih tinggi dan memenuhi standar akreditasi internasional.
Ketiga, terdapat dampak ekonomi lokal. Proyek pembangunan senilai Rp 48 miliar ini akan melibatkan tenaga kerja lokal dan penggunaan material dari supplier lokal, sehingga memberikan kontribusi terhadap ekonomi Kendari.
Keempat, pembangunan infrastruktur ini mencerminkan komitmen Muhammadiyah terhadap pengembangan pendidikan tinggi yang berkualitas. Hal ini sejalan dengan visi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menjadi universitas yang unggul dan berdaya saing pada tingkat regional maupun nasional.
“Investasi infrastruktur ini adalah investasi untuk masa depan. Kami ingin menciptakan generasi arsitek Indonesia yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memiliki kesadaran sosial dan lingkungan yang tinggi. Fasilitas modern adalah salah satu pilar dalam pencapaian visi tersebut,” tegas Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. Hasan Mahmud, M.Sc., dalam pidato pembukaan acara rapat koordinasi pembangunan infrastruktur yang diselenggarakan dua minggu lalu.
Penutup
Pembangunan infrastruktur Fakultas Arsitektur Universitas Muhammadiyah Kendari menandai era baru dalam perkembangan institusi. Dengan komitmen yang solid dan perencanaan yang matang, universitas siap melangkah maju menuju standar pendidikan yang lebih tinggi.
Proyek pembangunan yang dimulai pada tahun 2026 ini diharapkan dapat terwujud sesuai dengan timeline yang telah ditetapkan. Ke depannya, infrastruktur baru ini akan menjadi landmark akademik di Kendari dan simbol dedikasi Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mengembangkan pendidikan arsitektur berkualitas untuk kontribusi pembangunan nasional.
Bagi mahasiswa, dosen, dan stakeholder Universitas Muhammadiyah Kendari, pembangunan infrastruktur ini bukan sekadar penambahan bangunan fisik, melainkan investasi nyata untuk menciptakan ekosistem akademik yang lebih dinamis, inovatif, dan berkelanjutan bagi generasi penerus profesional arsitektur Indonesia.
—
Artikel ini diolah dari hasil wawancara dengan berbagai pejabat Universitas Muhammadiyah Kendari dan observasi lapangan yang dilakukan pada 03-09 April 2026.