Kendari – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Arsitektur Universitas Muhammadiyah Kendari menghadirkan inisiatif baru yang ambisius untuk mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan dalam pendidikan arsitektur dan pengabdian masyarakat. Program bernama “Arsitektur Berkelanjutan” ini secara resmi diluncurkan pada Sabtu, 19 April 2026, di Gedung Rektorat Unismuh Kendari dengan menghadirkan berbagai stakeholder akademik dan pemerintah lokal.
Kegiatan peluncuran yang dihadiri lebih dari 300 peserta ini menandai komitmen organisasi mahasiswa Fakultas Arsitektur dalam menggerakkan roda perubahan positif di lingkungan kampus maupun masyarakat sekitar. Program ini dirancang menjadi wadah kolaboratif yang menghubungkan mahasiswa dengan komunitas lokal, praktisi arsitektur profesional, dan pemerintah daerah untuk menciptakan solusi desain yang tidak hanya estetis, namun juga berkelanjutan secara lingkungan dan sosial.
Latar Belakang dan Motivasi Program
Fakultas Arsitektur Universitas Muhammadiyah Kendari telah mengalami perkembangan pesat dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Dengan peningkatan jumlah mahasiswa hingga 450 orang dan pertambahan dosen spesialis bidang desain berkelanjutan, fakultas ini semakin diakui sebagai salah satu pusat pendidikan arsitektur terpercaya di kawasan Sulawesi Tenggara. Namun, menurut ketua BEM Fakultas Arsitektur, Aji Pratama (angkatan 2023), masih terdapat kesenjangan antara teori yang diajarkan di kelas dengan praktik nyata di lapangan.
“Kami melihat bahwa mahasiswa kami memiliki potensi besar untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat, khususnya dalam mengatasi tantangan desain perkotaan dan pembangunan berkelanjutan yang saat ini menjadi isu krusial di Kendari,” ujar Aji Pratama saat pembukaan acara, Sabtu (19/4/2026). Suara muda yang antusias itu mencerminkan semangat BEM yang ingin mentransformasi peran organisasi mahasiswa menjadi lebih substantif dan berdampak.
Motivasi peluncuran program ini juga didorong oleh hasil riset singkat yang dilakukan BEM pada bulan Maret 2026. Riset yang melibatkan 150 mahasiswa Fakultas Arsitektur menunjukkan bahwa 78% responden merasa ingin memiliki kesempatan lebih besar untuk menerapkan ilmu langsung di komunitas. Selain itu, 85% dosen yang diwawancara menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif mahasiswa yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
Komponen Utama Program “Arsitektur Berkelanjutan”
Program “Arsitektur Berkelanjutan” dirancang dalam tiga pilar utama yang saling melengkapi. Pertama adalah pilar pendidikan dan edukasi yang mencakup serangkaian workshop, seminar, dan pameran tentang green architecture, sustainable design thinking, dan teknologi ramah lingkungan dalam konstruksi modern. Kedua adalah pilar pengabdian masyarakat melalui proyek desain komunitas yang melibatkan mahasiswa bekerja sama dengan warga untuk merancang ruang publik, fasilitas pendidikan, atau infrastruktur lokal yang berkelanjutan.
Pilar ketiga adalah advokasi dan policy yang bertujuan untuk menjadi jembatan komunikasi antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah daerah dalam mengadvokasikan kebijakan terkait penataan ruang dan pembangunan berkelanjutan di Kendari.
Koordinator program, Siti Nurhaliza (angkatan 2022), menjelaskan bahwa pelaksanaan program akan berlangsung dalam fase bertahap mulai dari Mei 2026 hingga Desember 2026. “Fase pertama fokus pada internal capacity building mahasiswa. Kami akan mengadakan 12 workshop gratis dengan mengundang para ahli dari universitas ternama dan profesional independen. Fase kedua akan menggerakkan mahasiswa ke lapangan untuk melaksanakan proyek-proyek nyata di berbagai lokasi strategis di Kendari,” jelas Siti Nurhaliza dengan detail yang menunjukkan persiapan matang.
Proyek-proyek yang akan dijalankan mahasiswa antara lain redesign taman publik di kawasan Pelabuhan Kendari dengan konsep komunitas terbuka yang ramah lingkungan, perancangan ulang sistem drainase hijau di sekitar kampus Unismuh Kendari sendiri, serta fasilitasi desain sekolah dasar berkelanjutan di daerah perkampungan Soropia. Setiap proyek akan didampingi oleh dosen pembimbing dan profesional praktisi.
Dukungan Institusional dan Akademik
Kehadiran Dekan Fakultas Arsitektur, Dr. Ir. Bambang Sutrisno, M.Sc., di acara peluncuran menunjukkan komitmen penuh institusi terhadap program BEM ini. Dalam sambutannya, Dekan Bambang menekankan bahwa inisiatif mahasiswa seperti ini sejalan dengan visi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menjadi perguruan tinggi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan lokal.
“Saya sangat apresiasi dengan program yang dimotori oleh BEM Fakultas Arsitektur ini. Ini bukan hanya tentang mengembangkan keterampilan mahasiswa, tetapi juga tentang menanamkan nilai-nilai tanggung jawab sosial dalam diri setiap calon arsitek. Kendari sedang berkembang pesat, dan kami perlu memastikan bahwa pembangunannya dilakukan dengan cara yang berkelanjutan dan menghargai warisan budaya lokal,” ujar Dekan Bambang kepada media massa yang meliput acara tersebut.
Lebih lanjut, Dekan juga mengumumkan bahwa pihak fakultas akan memberikan dukungan finansial sebesar 50 juta rupiah untuk mendukung pelaksanaan program tahun pertama. Dana ini akan digunakan untuk honorarium narasumber workshop, material publikasi, dokumentasi proyek, dan kebutuhan operasional kegiatan di lapangan.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. Sismadi, M.Pd., juga hadir memberikan apresiasi. “Organisasi mahasiswa yang solid dan terstruktur adalah tulang punggung kehidupan akademik yang sehat. BEM Fakultas Arsitektur telah menunjukkan model yang patut dicontoh oleh organisasi mahasiswa di fakultas-fakultas lain. Saya dorong terus untuk melakukan inovasi dan memastikan setiap program membawa nilai tambah bagi mahasiswa dan masyarakat,” katanya.
Kolaborasi Multistakeholder
Salah satu keunggulan program “Arsitektur Berkelanjutan” adalah keterlibatan berbagai pihak eksternal. Pada peluncuran program, BEM berhasil menjalin komitmen formal dengan beberapa mitra strategis. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Kendari menyatakan kesediaan untuk menyediakan lokasi proyek dan fasilitasi koordinasi dengan masyarakat setempat. Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Cabang Kendari juga berkomitmen untuk mengirimkan praktisi berpengalaman sebagai mentor dalam proyek-proyek mahasiswa.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Kendari, Ir. H. Muh. Riyanto, M.T., menyampaikan apresiasi pemerintah terhadap inisiatif ini. “Permasalahan tata ruang kota adalah tantangan berkelanjutan yang memerlukan perspektif segar. Mahasiswa Unismuh Kendari memiliki energi dan idealisme yang kami butuhkan. Kami siap bekerja sama untuk mengeksplorasi ide-ide inovatif yang bisa diimplementasikan di Kendari,” ujar Riyanto dengan optimis.
Selain itu, program ini juga mendapat dukungan dari perusahaan konstruksi lokal dan penyedia material bangunan berkelanjutan yang bersedia memberikan sponsor materi untuk demonstrasi teknologi ramah lingkungan.
Dampak yang Diharapkan
BEM Fakultas Arsitektur menargetkan dampak konkret dari program ini dalam berbagai dimensi. Dari sisi mahasiswa, diharapkan terdapat peningkatan kompetensi praktis, pemahaman mendalam tentang sustainability, dan pengalaman langsung bekerja dengan komunitas. Target kuantitatif menyebutkan bahwa minimal 200 mahasiswa akan terlibat dalam berbagai kegiatan program tahun 2026.
Dari sisi masyarakat, program ini dirancang untuk memberikan akses kepada desain berkualitas tinggi dengan biaya terjangkau, meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pembangunan berkelanjutan, dan memperkuat kapasitas komunitas lokal dalam merawat infrastruktur publik mereka sendiri.
“Kami tidak hanya ingin memberikan solusi desain jadi kepada masyarakat. Kami ingin melibatkan mereka dalam proses, sehingga mereka memahami nilai dari apa yang dirancang dan mampu merawatnya dengan baik setelah proyek selesai,” tegas Siti Nurhaliza.
Untuk dimensi kebijakan, program ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi dan masukan berharga kepada pemerintah daerah terkait regulasi, insentif, dan mekanisme pembangunan yang lebih berkelanjutan.
Tantangan dan Komitmen ke Depan
Meskipun antusiasme tinggi, BEM juga mengakui bahwa program ini menghadapi beberapa tantangan. Keterbatasan anggaran, koordinasi kompleks dengan berbagai pihak, dan memastikan kualitas proyek adalah beberapa tantangan yang disadari sepenuhnya oleh kepemimpinan BEM.
Namun, komitmen yang ditunjukkan oleh berbagai pihak membuat optimisme tetap tinggi. Aji Pratama menegaskan, “Kami sudah mempersiapkan tim management yang solid dan timeline yang realistis. Kami juga akan melakukan evaluasi berkala setiap dua minggu untuk memastikan semua berjalan sesuai rencana. Jika ada kendala, kami akan fleksibel untuk menyesuaikan tanpa mengurangi kualitas dan dampak program.”
Penutup
Peluncuran program “Arsitektur Berkelanjutan” oleh BEM Fakultas Arsitektur Universitas Muhammadiyah Kendari pada 19 April 2026 menandai babak baru dalam peran organisasi mahasiswa di institusi pendidikan tinggi. Program ini tidak sekadar aktivitas rutin, tetapi merupakan upaya sistematis untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang menghubungkan akademisi dengan praktik nyata, mahasiswa dengan masyarakat, dan universitas dengan pemerintah lokal.
Dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas, dosen, pemerintah daerah, dan mitra profesional, program ini memiliki potensi besar untuk menjadi model peran organisasi mahasiswa yang konstruktif dan berdampak sosial. Kendari, sebagai salah satu kota berkembang di Sulawesi Tenggara, memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari sebuah gerakan pembangunan berkelanjutan yang dipimpin oleh generasi muda berbakat dari Universitas Muhammadiyah Kendari.
Dalam enam bulan ke depan, dunia akan saksikan apakah program ambisius ini mampu mengejawantahkan visi idealnya menjadi karya nyata yang mengubah wajah Kendari menjadi lebih hijau, berkelanjutan, dan berkeadilan. Satu hal yang pasti, momentum telah dimulai, dan masa depan arsitektur Kendari kini berada di tangan generasi muda yang penuh semangat.