KENDARI – Prestasi gemilang kembali diraih oleh Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya dari Fakultas Arsitektur. Tiga mahasiswa program studi Arsitektur berhasil meraih medali emas dalam ajang Southeast Asian Architecture & Design Competition (SEADC) 2026 yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand, pada 5-9 April lalu. Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen institusi dalam menghasilkan lulusan berkualitas tinggi yang mampu bersaing di tingkat regional bahkan internasional.
Tim yang terdiri dari Andi Cahya Pratama (angkatan 2021), Nur Annisa Rahmawati (angkatan 2022), dan Muhammad Rafiq Hermawan (angkatan 2021) berhasil mengalahkan peserta dari puluhan universitas ternama se-Asia Tenggara dengan karya berjudul “Adaptive Waterfront: Redesigning Kendari’s Coastal Resilience Through Sustainable Architecture” atau dalam Bahasa Indonesia “Tepi Air Adaptif: Merancang Ulang Ketahanan Pesisir Kendari Melalui Arsitektur Berkelanjutan.”
Karya tersebut menampilkan konsep inovatif yang mengintegrasikan preservasi lingkungan pesisir, mitigasi bencana tsunami, dan revitalisasi ekonomi lokal melalui desain arsitektur yang berkelanjutan. Proyek ini dirancang khusus untuk merespons tantangan geografis dan lingkungan Kendari sebagai kota yang terletak di jalur Ring of Fire dan kawasan pesisir yang rentan terhadap bencana alam.
“Kami sangat bangga dengan pencapaian mahasiswa-mahasiswa berbakat ini,” ujar Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Suryadi Rahman, M.Sc., saat ditemui di Kantor Rektorat pada Kamis (11/4/2026). Menurut Prof. Suryadi, prestasi ini bukan hanya sekadar penghargaan, melainkan refleksi dari dedikasi sivitas akademika dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan untuk mengatasi permasalahan nyata di masyarakat.
“Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen menjadi pusat pengembangan talenta di Indonesia Timur. Dengan hasil-hasil seperti ini, kami percaya bahwa Kendari bukan hanya menghasilkan arsitektur, tetapi juga menghasilkan pemikir-pemikir yang peduli terhadap keberlanjutan dan kemajuan bersama,” tambahnya dengan penuh optimisme.
Perjalanan Menuju Penghargaan Internasional
Perjalanan ketiga mahasiswa ini menuju podium tertinggi kompetisi internasional tidaklah mudah. Sejak diketahui pembukaan pendaftaran SEADC 2026 pada bulan Desember 2025, Andi Cahya Pratama sebagai ketua tim segera mengajukan proposal kepada departemen Arsitektur Universitas Muhammadiyah Kendari. Konsep awal yang mereka tawarkan mendapat sambutan antusias dari para dosen pembimbing.
Dr. Ir. Syaiful Bakri, M.Arch., selaku Kepala Program Studi Arsitektur Fakultas Arsitektur, menceritakan perjalanan panjang persiapan tim. “Sejak awal, kami melihat potensi luar biasa dari ketiga mahasiswa ini. Mereka memiliki passion yang tinggi terhadap arsitektur berkelanjutan dan memahami dengan mendalam permasalahan lokal Kendari,” jelasnya dalam wawancara eksklusif dengan media kampus.
Dr. Syaiful menambahkan bahwa proses bimbingan dilakukan secara intensif selama empat bulan. Mahasiswa-mahasiswa tersebut didampingi oleh tim dosen yang terdiri dari Dr. Ir. Syaiful Bakri sendiri, Ir. Dwi Priyantini, M.Sc., dan Ar. Hamdan Sulaiman, M.Des. Tim pembimbing memastikan setiap aspek desain, dari konseptual hingga detail teknis, telah dipertimbangkan dengan matang dan memenuhi standar internasional.
“Kami melakukan kunjungan lapangan berkali-kali ke kawasan pesisir Kendari, terutama daerah Baruga dan Perumahan Pantai. Mereka juga menganalisis dampak tsunami 2004 terhadap pembangunan di wilayah pesisir, serta memahami dinamika sosial ekonomi masyarakat lokal. Semua ini menjadi fondasi kuat untuk konsep desain mereka,” ungkap Dr. Syaiful dengan bangga.
Nur Annisa Rahmawati, salah satu anggota tim, menceritakan momen tegang menjelang pengumuman pemenang di Bangkok. “Jujur, kami sudah puas hanya bisa ikut serta dalam kompetisi tingkat Asia Tenggara. Ketika nama Universitas Muhammadiyah Kendari dipanggil untuk kategori medali emas, kami tidak percaya pada pendengaran kami sendiri. Tapi itulah kenyataannya, dan kami syukuri dengan sepenuh hati,” ujarnya, masih dengan wajah yang bersinar bahagia.
Standar Internasional yang Diakui
Panel juri SEADC 2026 yang terdiri dari arsitek-arsitek ternama dari negara-negara Asia Tenggara memberikan apresiasi tinggi terhadap karya tim Universitas Muhammadiyah Kendari. Dalam catatan evaluasi resmi, juri menyoroti inovasi dalam penggunaan material lokal, integrasi teknologi ramah lingkungan, dan partisipasi masyarakat yang menjadi bagian integral dari desain.
“Desain ini tidak hanya indah, tetapi juga solusi praktis,” demikian kutipan dari catatan juri yang diserahkan kepada universitas. Juri juga memuji kemampuan tim dalam mengkomunikasikan ide-ide kompleks melalui model visual, presentasi digital, dan narasi yang jelas dalam Bahasa Inggris.
Muhammad Rafiq Hermawan, anggota tim yang menangani aspek teknis dan sustainability, menjelaskan detail-detail inovasi dalam karya mereka. “Kami menggunakan konsep ‘floating architecture’ yang terinspirasi dari tradisional rumah panggung di Indonesia. Struktur bangunan dirancang untuk dapat naik turun mengikuti fluktuasi air laut dan gelombang tinggi, sehingga ketika terjadi bencana tsunami, bangunan tidak akan roboh tetapi bergerak dengan dinamis,” jelasnya dengan detail teknis yang mengesankan.
Lebih lanjut, Rafiq menambahkan bahwa proyek ini juga mengintegrasikan green space yang berfungsi ganda sebagai buffer zone (zona penyangga) sekaligus ruang publik untuk masyarakat. “Setiap elemen desain memiliki fungsi ekologis, sosial, dan ekonomis. Ini bukan sekadar arsitektur cantik, tetapi arsitektur yang bekerja untuk masyarakat dan lingkungan,” tegasnya.
Dampak bagi Pengembangan Program Studi
Pencapaian mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari di panggung internasional diharapkan menjadi stimulus bagi pengembangan program studi Arsitektur lebih lanjut. Dekan Fakultas Arsitektur, Ir. Muh. Asri Amri, M.Arch., Ph.D., mengungkapkan rencana strategis untuk memanfaatkan momentum ini.
“Prestasi ini membuka peluang kolaborasi dengan universitas-universitas terkemuka di Asia Tenggara, khususnya di bidang arsitektur berkelanjutan. Kami sedang dalam proses negosiasi dengan beberapa universitas partner untuk program pertukaran mahasiswa dan penelitian bersama,” ujar Dekan Asri dengan antusiasme.
Ia juga mengungkapkan bahwa kesuksesan tim ini akan menjadi case study dalam pembelajaran di program studi. “Kedepannya, kami akan membuat modul pembelajaran yang mengintegrasikan pengalaman langsung dari kompetisi internasional ini. Mahasiswa-mahasiswa baru akan belajar tidak hanya dari buku teks, tetapi juga dari proyek nyata yang telah membuktikan relevansinya di kancah internasional,” tambahnya.
Lebih dari itu, Dekan Asri berencana mengalokasikan lebih banyak sumber daya untuk riset dan pengembangan desain berkelanjutan. “Kami akan membentuk research cluster khusus yang fokus pada sustainable coastal architecture. Tim mahasiswa yang telah meraih emas ini akan menjadi research assistant dalam pengembangan penelitian lebih lanjut,” ungkapnya.
Inspirasi bagi Mahasiswa Lainnya
Pencapaian Andi Cahya Pratama, Nur Annisa Rahmawati, dan Muhammad Rafiq Hermawan telah menginspirasi banyak mahasiswa lain di Fakultas Arsitektur. Setelah pengumuman kemenangan, sejumlah mahasiswa mulai menunjukkan minat lebih tinggi dalam mengikuti kompetisi desain nasional maupun internasional.
Yusuf Siswanto, mahasiswa tahun ketiga Program Studi Arsitektur, mengakui bahwa pencapaian seniornya membuat ia semakin termotivasi. “Melihat kakak-kakak kelas kami bisa meraih emas di tingkat Asia Tenggara, itu membuktikan bahwa kami dari Kendari bukan peserta kelas dua. Kami punya standar yang sama dengan universitas besar manapun,” ujarnya dengan penuh semangat.
Departemen Arsitektur juga melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah pendaftar untuk tahun akademik 2026/2027. Menurut data yang dikumpulkan bagian admisi, minat calon mahasiswa untuk masuk program Arsitektur meningkat 35 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan banyak calon mahasiswa secara spesifik menyebutkan prestasi mahasiswa di kompetisi internasional sebagai faktor penentu pilihan mereka.
Dukungan Dari Berbagai Pihak
Pencapaian ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, baik dari internal kampus maupun eksternal. Universitas Muhammadiyah Kendari mengalokasikan dana khusus untuk membiayai perjalanan tim ke Bangkok, sekaligus menyediakan fasilitas laboratorium dan studio desain yang memadai untuk proses persiapan.
Pemerintah Daerah Kendari juga turut memberikan apresiasi. Wakil Walikota Kendari, Ir. Ahmad Suparman, melepas keberangkatan tim menuju Bangkok dengan memberikan dukungan moral dan materi. “Mahasiswa-mahasiswa ini adalah duta Kendari. Prestasi mereka adalah prestasi kita bersama sebagai masyarakat Kendari,” ujar Ahmad Suparman saat acara pelepasan tim.
Selain itu, dukungan dari alumni Universitas Muhammadiyah Kendari yang kini menjadi profesional di berbagai bidang juga membantu. Beberapa alumni yang bekerja di firma arsitektur ternama di Jakarta dan Surabaya memberikan konsultasi teknis dan insight industri yang sangat berharga bagi pengembangan konsep desain.
Visi Jangka Panjang
Memasuki dekade berikutnya, Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki visi ambisius untuk menjadi leading institution dalam pendidikan arsitektur berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara. Prestasi mahasiswa tahun ini dilihat sebagai langkah awal menuju pencapaian visi tersebut.
Rektor Prof. Suryadi Rahman menegaskan komitmen institusi. “Kami tidak akan puas dengan satu kali kemenangan. Ini adalah awal dari serangkaian pencapaian yang akan kami raih. Kami akan terus meningkatkan kualitas pendidikan, mendorong penelitian inovatif, dan menciptakan ekosistem pembelajaran yang mendukung pengembangan talenta mahasiswa,” ujarnya.
Rencana konkret yang sedang dikembangkan termasuk pembangunan Innovation Center khusus untuk arsitektur berkelanjutan, peningkatan kerjasama dengan universitas partner internasional, dan penyelenggaraan konferensi internasional tahunan tentang sustainable architecture. “Kami ingin Kendari dikenal sebagai pusat inovasi arsitektur berkelanjutan di Asia Tenggara,” tambahnya dengan penuh determinasi.
Penutup
Pencapaian Andi Cahya Pratama, Nur Annisa Rahmawati, dan Muhammad Rafiq Hermawan di Southeast Asian Architecture & Design Competition 2026 membuktikan bahwa talenta dan inovasi tidak mengenal batasan geografis. Meskipun berada di Kendari, yang jauh dari pusat perkembangan arsitektur modern di Indonesia, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari mampu menghasilkan karya yang tidak hanya memenuhi standar internasional, tetapi juga memberikan solusi nyata untuk permasalahan lokal.
Prestasi ini adalah hasil dari sinergi antara dedikasi mahasiswa, bimbingan dosen yang berkualitas, dukungan institusi, dan komitmen terhadap inovasi berkelanjutan. Semoga pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari, terutama Fakultas Arsitektur, adalah institusi pendidikan yang mampu menghasilkan lulusan kelas dunia yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan yang tinggi.
Ke depannya, mata akan tertuju pada mahasiswa-mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari lainnya yang akan melanjutkan tradisi prestasi ini di berbagai kompetisi nasional dan internasional. Semoga pencapaian kali ini menginspirasi generasi-generasi arsitek muda Indonesia untuk berpikir global namun bekerja lokal, menciptakan karya-karya yang berkelanjutan dan bermakna bagi kemajuan bangsa.
(Redaksi)
ratutoto789 ready789 reaksi4d resepdesa188 ringkas77 roti77 rungad88 sahur99 samudra369 sangkartoto4d sasarangadun77 sentraltoto77 sentuh4d sentuhwin77 serabi77 serabi99 seru118 setelancuan77 setupwin188 siaga77bet siapmenang77 sigap789 simplewin188 siomay77 siomay88 slotkamboja123 slotpanas303 sontogel77 superhebat555 switchjp77 taktikprofit77 tapbet777 targetmenang77 tawonbet77 tekanbet77 timing303 triggermenang77 tujuanwin77 visitoto4d warkop128 waspada303 zorototo88 asia123 asia138 asia168 asia188 asia303 asia365 asia69 asia777 asia78 asia888 asia88 big123 big168 big188 big303 big365 big69 big78 big99 butet77 butet88 butet99 captain138 captain168 captain303 captain365 captain69 captain888 captain89 captain99 cemara138pola cemara168 cemara188 cemara303 cemara365 cemara69 cemara78 cemara888 cemara88 cemara89 cemara99 dolar123 dolar168 dolar69 dolar89 dragon123 dragon168 dragon188 dragon77 dragon89 erigo888 jet138 jet168 jet188 jet365 jet69 jet88 jet89