KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari (UNMUH Kendari), khususnya Fakultas Arsitektur, kembali menunjukkan komitmennya terhadap riset inovatif yang berdampak nyata bagi masyarakat. Melalui penelitian kolaboratif antara dosen dan mahasiswa, institusi pendidikan ini mengembangkan konsep desain arsitektur berkelanjutan yang diharapkan dapat menjadi solusi bagi pembangunan infrastruktur ramah lingkungan di Kota Kendari dan sekitarnya.
Penelitian yang dimulai sejak Januari 2025 ini melibatkan tim multidisiplin dari berbagai program studi di Fakultas Arsitektur, termasuk mahasiswa dari tingkat kedua hingga keempat. Proyek penelitian yang diberi nama “Kendari Green Architecture Initiative” (KGAI) ini fokus pada perancangan bangunan komersial, residensial, dan publik yang mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan, efisiensi energi, serta adaptasi terhadap kondisi iklim tropis di Sulawesi Tenggara.
“Kami percaya bahwa arsitektur bukan hanya tentang estetika dan fungsi semata, tetapi juga tentang tanggung jawab kami kepada lingkungan dan generasi mendatang. Penelitian ini adalah wujud nyata dari komitmen Fakultas Arsitektur UNMUH Kendari untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kesadaran lingkungan yang tinggi,” ujar Dr. Ir. Muhammad Ridwan, S.T., M.Sc., Dekan Fakultas Arsitektur UNMUH Kendari, saat diwawancarai pada Rabu, 2 April 2026.
Latar Belakang dan Urgensi Penelitian
Kota Kendari, sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara, mengalami pertumbuhan pembangunan yang pesat dalam satu dekade terakhir. Namun, pertumbuhan ini kerap tidak diimbangi dengan perencanaan yang mempertimbangkan aspek keberlanjutan lingkungan. Banyak bangunan dibangun dengan desain konvensional yang kurang efisien dalam hal penggunaan energi, pengelolaan air, dan mitigasi dampak perubahan iklim.
Kondisi ini menjadi pemicu bagi tim peneliti di Fakultas Arsitektur UNMUH Kendari untuk mengambil inisiatif. Mereka menyadari bahwa sebagai institusi pendidikan tinggi, universitas memiliki peran penting dalam memberikan kontribusi nyata melalui penelitian yang aplikatif dan bermanfaat bagi pembangunan lokal.
“Kendari terletak di zona tropis dengan suhu dan kelembaban tinggi sepanjang tahun. Selain itu, kota ini juga menghadapi tantangan terkait pengelolaan limbah dan keterbatasan sumber air bersih di beberapa area. Kami melihat peluang besar untuk mengembangkan model arsitektur yang tidak hanya nyaman untuk penghuninya, tetapi juga mampu mengatasi tantangan-tantangan tersebut,” jelas Dr. Ir. Muhammad Ridwan lebih lanjut.
Metodologi dan Fokus Penelitian
Penelitian KGAI menggunakan pendekatan holistik yang menggabungkan riset literature review, analisis lapangan, dan eksperimen desain. Tim peneliti telah melakukan survey komprehensif terhadap kondisi geografis, iklim, budaya, dan kebutuhan masyarakat Kendari sebagai dasar pengembangan konsep desain.
Beberapa aspek utama yang menjadi fokus penelitian ini antara lain: optimalisasi pencahayaan alami untuk mengurangi kebutuhan energi listrik, sistem pengelolaan air hujan dan daur ulang air limbah, penggunaan material lokal yang berkelanjutan, desain ventilasi pasif yang efektif, serta integrasi ruang hijau dan biodiversity dalam bangunan.
Dr. Ir. Syamsul Bahri, S.T., M.T., Ketua Program Studi Arsitektur dan sekaligus peneliti utama dalam proyek ini, menjelaskan metodologi penelitian secara lebih detail. “Kami bekerja dengan model-model 3D yang sophisticated menggunakan software simulasi energi dan thermal comfort terkini. Mahasiswa kami juga melakukan riset etnografi untuk memahami bagaimana masyarakat Kendari berinteraksi dengan lingkungan binaan mereka. Hasilnya adalah desain yang tidak hanya teoritis, tetapi juga culturally relevant dan contextually appropriate,” ujarnya dalam sesi wawancara pada Selasa, 1 April 2026.
Keterlibatan mahasiswa dalam penelitian ini bukan sekadar sebagai asisten peneliti pasif. Mereka diberikan kesempatan untuk mengembangkan sub-proyek individual berdasarkan minat dan keahlian masing-masing. Dari total 47 mahasiswa yang terlibat, setiap kelompok mengerjakan tema spesifik yang berkontribusi pada penelitian utama.
Hasil Penelitian dan Prototype
Hingga bulan April 2026, penelitian KGAI telah menghasilkan beberapa output signifikan. Yang paling notable adalah pengembangan prototype tiga konsep bangunan: (1) Smart Eco-Office untuk kebutuhan perkantoran modern, (2) Community Green Housing untuk residensial dengan harga terjangkau, dan (3) Public Green Space Integration untuk fasilitas publik seperti pasar tradisional dan terminal transportasi.
Ketiga prototype ini telah dipresentasikan dalam bentuk model fisik dan digital yang impressive. Model-model tersebut menampilkan fitur-fitur inovatif seperti roof garden yang berfungsi sebagai insulator thermal sekaligus ruang komunal, sistem rainwater harvesting yang terintegrasikan dengan landscape, dan penggunaan material lokal seperti batu kapur dari Buton dan kayu dari hutan yang dikelola secara berkelanjutan.
Salah satu mahasiswa terbaik yang terlibat dalam proyek ini adalah Nur Azizah, mahasiswa semester VII Program Studi Arsitektur. Melalui penelitiannya yang berfokus pada “Adaptive Architecture for Flood-Prone Areas in Kendari,” Nur Azizah mengembangkan konsep bangunan bertingkat dengan zona fleksibel yang dapat beradaptasi dengan kondisi banjir musiman yang sering terjadi di beberapa kawasan Kendari.
“Awalnya saya pikir penelitian ini hanya tugas akademik biasa, tapi lama-kelamaan saya menyadari bahwa apa yang kami kerjakan benar-benar bisa membuat perbedaan nyata. Saya sering turun ke lapangan, bertemu dengan warga, memahami masalah mereka secara langsung. Itu membuat desain saya lebih bermakna dan contextual. Saya harap suatu hari nanti desain saya bisa diimplementasikan dan membantu komunitas yang kami teliti,” ungkap Nur Azizah dengan antusias saat ditemui di studio arsitektur Fakultas Arsitektur UNMUH Kendari.
Kolaborasi dengan Stakeholder Lokal
Aspek penting dari penelitian KGAI adalah keterlibatan aktif stakeholder lokal, termasuk pemerintah Kota Kendari, developer lokal, dan komunitas masyarakat. Kolaborasi ini memastikan bahwa penelitian tidak berjalan dalam vakum akademis, tetapi terhubung langsung dengan kebutuhan dan potensi pengembangan kota.
Ir. Bambang Sugiarto, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Kendari, menyambut baik inisiatif UNMUH Kendari ini. “Penelitian seperti ini sangat kami butuhkan dalam konteks perencanaan pembangunan Kendari yang lebih berkelanjutan. UNMUH Kendari telah membuktikan bahwa universitas bukan hanya lembaga pendidikan, tetapi juga mitra strategis dalam pembangunan daerah. Kami sangat tertarik untuk mendiskusikan kemungkinan implementasi beberapa konsep yang telah dikembangkan untuk proyek-proyek infrastruktur kami ke depannya,” katanya dalam acara seminar KGAI yang diadakan di aula Fakultas Arsitektur pada 28 Maret 2026.
Kolaborasi ini juga mencakup kemitraan dengan perusahaan konstruksi lokal dan regional yang tertarik untuk menguji penerapan konsep-konsep inovatif dalam proyek nyata mereka. Beberapa developer telah mengekspresikan minat untuk melibatkan tim UNMUH Kendari dalam fase desain detail untuk proyek-proyek komersial dan residensial mereka.
Dampak dan Implikasi Jangka Panjang
Penelitian KGAI diharapkan memiliki dampak signifikan pada beberapa level. Pada level akademis, penelitian ini memperkaya kurikulum dan memberikan pengalaman belajar praktis bagi mahasiswa yang melampaui pembelajaran kelas tradisional. Mahasiswa tidak hanya belajar teori arsitektur berkelanjutan, tetapi juga mengalami langsung proses riset, problem-solving, dan kolaborasi multidisiplin.
Pada level praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi para praktisi arsitektur dan perencana kota di Sulawesi Tenggara dalam mengembangkan proyek-proyek yang lebih berkelanjutan. Prototipe yang telah dikembangkan dapat diadaptasi sesuai dengan karakteristik lokal setiap daerah.
Pada level kebijakan, penelitian ini dapat memberikan input berharga bagi pemerintah Kota Kendari dalam merumuskan regulasi dan insentif untuk mendorong pembangunan hijau. Sudah ada inisial diskusi antara UNMUH Kendari dan DPUPR untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip KGAI ke dalam revisi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Kendari untuk periode 2026-2036.
Dr. Ir. Muhammad Ridwan menambahkan, “Jangka panjangnya, kami berharap bahwa penelitian ini dapat menjadi bagian dari brand Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai institusi yang peduli terhadap pengembangan berkelanjutan di daerah. Kami juga berencana untuk memperluas penelitian ini ke skala provinsi dan bahkan regional, melibatkan universitas-universitas lain di Sulawesi Tenggara untuk menciptakan network riset yang kuat dalam bidang arsitektur berkelanjutan.”
Tantangan dan Rencana Ke Depan
Meskipun penelitian KGAI telah mencapai milestone penting, tim peneliti tetap mengakui adanya berbagai tantangan. Keterbatasan sumber daya finansial dan human resources menjadi hambatan dalam pengembangan lebih lanjut. Selain itu, transisi dari konsep teoritis ke implementasi praktis memerlukan proses yang panjang dan melibatkan berbagai stakeholder dengan kepentingan yang berbeda-beda.
Namun, tim peneliti tetap optimis. Mereka telah menyiapkan rencana ambisius untuk fase selanjutnya. Pertama, mereka akan melanjutkan pengembangan prototype dengan menambahkan aspek cost-benefit analysis yang detail untuk memastikan bahwa desain berkelanjutan ini juga financially viable. Kedua, mereka akan mengorganisir workshop dan training untuk melatih para praktisi dan stakeholder lokal tentang prinsip-prinsip dan teknik implementasi arsitektur berkelanjutan.
“Kami juga sedang mencoba untuk mendapatkan pendanaan dari berbagai sumber, termasuk hibah penelitian dari Kemendikbudristek, kerjasama internasional, dan corporate social responsibility dari perusahaan swasta yang tertarik dengan tema sustainability,” jelas Dr. Ir. Syamsul Bahri.
Penutup
Penelitian inovatif yang dikembangkan oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Arsitektur UNMUH Kendari merepresentasikan komitmen institusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan yang relevan dan aplikatif bagi masyarakat. Melalui KGAI, UNMUH Kendari tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga berkontribusi aktif dalam menciptakan solusi-solusi nyata untuk tantangan pembangunan berkelanjutan yang dihadapi Kota Kendari.
Ke depannya, semoga penelitian ini dapat menjadi catalytic force untuk transformasi landscape arsitektur dan urban planning di Kendari menjadi lebih hijau, lebih efisien, dan lebih humanis. Pada akhirnya, arsitektur harus berfungsi sebagai medium untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi kehidupan manusia dan alam sekitarnya — sebuah prinsip yang dengan konsisten diperjuangkan oleh Fakultas Arsitektur UNMUH Kendari.
—
Narahubung untuk informasi lebih lanjut:
Fakultas Arsitektur UNMUH Kendari
Jl. Sultan Qaimuddin No. 17, Kendari
Telepon: (0401) 3191919
Email: [email protected]
(Artikel ini diterbitkan pada 3 April 2026)