KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui Fakultas Arsitektur, menyelenggarakan serangkaian kegiatan akademik dalam bentuk seminar, webinar, dan kuliah umum pada hari Senin, 7 April 2026. Acara yang berlangsung sepanjang hari tersebut menghadirkan berbagai narasumber terkemuka di bidang arsitektur berkelanjutan, teknologi hijau, dan desain inovatif dengan tema utama “Arsitektur Hijau untuk Masa Depan Berkelanjutan: Strategi Desain di Era Perubahan Iklim.”
Kegiatan akademik yang diikuti lebih dari 300 mahasiswa dari berbagai program studi ini menjadi bukti nyata komitmen Fakultas Arsitektur Unismuh Kendari dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan keterlibatan mahasiswa dengan isu-isu kontemporer dalam dunia arsitektur dan pembangunan berkelanjutan. Rangkaian kegiatan berlangsung di gedung kuliah utama Fakultas Arsitektur, Ruang Seminar Lantai 3, dan secara hybrid melalui platform Zoom untuk memaksimalkan partisipasi dari berbagai wilayah.
Latar Belakang dan Pentingnya Kegiatan
Indonesia sebagai negara tropis dengan keanekaragaman hayati yang luar biasa menghadapi tantangan serius terkait perubahan iklim dan degradasi lingkungan. Sektor konstruksi dan arsitektur diketahui menyumbang sekitar 30 persen emisi karbon global, menjadikan bidang ini sebagai titik kritis dalam upaya mitigasi perubahan iklim. Oleh karena itu, pengetahuan mendalam tentang desain berkelanjutan menjadi sangat penting bagi para calon profesional arsitektur.
Fakultas Arsitektur Universitas Muhammadiyah Kendari, yang telah berdiri sejak 2015 dan terus berkembang menjadi salah satu lembaga pendidikan arsitektur terkemuka di Sulawesi Tenggara, merasa terpanggil untuk menghadirkan perspektif global tentang desain berkelanjutan kepada para mahasiswa. Dekan Fakultas Arsitektur Unismuh Kendari, Dr. Ir. Muhammad Rizki Pratama, M.Sc., menjelaskan alasan pemilihan tema tersebut dalam pidato pembukaan acara.
“Kami memilih tema arsitektur hijau karena relevansinya yang sangat tinggi dengan kondisi Sulawesi Tenggara dan Indonesia secara umum. Para mahasiswa kami perlu memahami bahwa setiap desain yang mereka ciptakan di masa depan harus mempertimbangkan dampak lingkungan jangka panjang. Melalui seminar ini, kami ingin membuka wawasan mereka tentang praktik-praktik terbaik dalam desain berkelanjutan yang sudah diterapkan di berbagai negara,” ujar Dr. Muhammad Rizki Pratama dalam sambutannya di aula utama Fakultas Arsitektur pada pukul 08.00 WITA.
Rangkaian Acara dan Pembicara Utama
Seminar yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 17.00 WITA ini menghadirkan tiga sesi utama dengan pembicara-pembicara berkualitas dari institusi nasional dan internasional. Sesi pertama, yang dimulai pada pukul 09.00 WITA, menampilkan Prof. Dr. Bambang Setiawan, seorang arsitek terkenal dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang juga menjadi anggota dari Komisi Arsitektur Indonesia.
Prof. Bambang Setiawan memaparkan tentang “Tipologi Arsitektur Tropis Berkelanjutan: Studi Kasus dari Berbagai Wilayah Indonesia.” Dalam presentasinya yang berlangsung selama 90 menit, beliau menunjukkan berbagai contoh proyek arsitektur di Indonesia yang berhasil mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dengan karakteristik iklim tropis. Peserta seminar terlihat antusias mengajukan pertanyaan, terutama terkait adaptasi desain untuk kondisi spesifik Sulawesi Tenggara yang memiliki curah hujan tinggi dan intensitas matahari yang ekstrem.
“Arsitektur berkelanjutan bukan hanya tentang penggunaan material ramah lingkungan atau energi terbarukan, tetapi juga tentang pemahaman mendalam terhadap konteks lokal. Kendari, sebagai wilayah tropis dengan potensi geografi yang unik, memiliki peluang besar untuk mengembangkan arsitektur yang responsif terhadap iklim setempat. Saya mendesak para mahasiswa muda untuk tidak hanya meniru model desain dari negara beriklim sedang, tetapi menciptakan inovasi lokal yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kendari,” kata Prof. Bambang Setiawan kepada penulis dalam wawancara singkat di sela-sela acara.
Sesi kedua pada pukul 11.00 WITA menampilkan pembicara internasional, Ir. Sophie Dubois dari École d’Architecture de Marseille, Prancis. Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang desain berkelanjutan, Sophie Dubois membahas “Green Building Technology and Smart Design Solutions for Tropical Regions.” Kehadirannya melalui platform virtual tidak mengurangi intensitas presentasi yang interaktif dan banyak menggunakan studi kasus visual dari proyek-proyek di Asia Tenggara.
Sophie Dubois menekankan pentingnya kolaborasi antara arsitek, insinyur, dan komunitas lokal dalam menciptakan solusi desain yang berkelanjutan. “Teknologi hijau yang paling canggih sekalipun tidak akan berfungsi optimal jika tidak didukung oleh pemahaman dan partisipasi aktif dari pengguna bangunan. Oleh karena itu, edukasi terhadap mahasiswa seperti Anda sangat penting untuk membangun generasi arsitek yang tidak hanya teknis, tetapi juga sensitif terhadap dimensi sosial dan lingkungan,” ungkapnya dalam presentasi yang diterjemahkan oleh Dr. Siti Nurhaliza, dosen Fakultas Arsitektur Unismuh Kendari yang fasih berbahasa Inggris dan Prancis.
Kuliah Umum dan Sesi Interaktif
Memasuki sore hari, pada pukul 13.30 WITA, acara berlanjut dengan kuliah umum yang dibawakan oleh Ir. Hendra Gunawan, S.T., M.T., praktisi arsitektur dari Kendari yang telah membangun beberapa gedung hijau bersertifikat GREENSHIP di Sulawesi Tenggara. Kuliah umum berjudul “Pengalaman Praktis Mengimplementasikan Arsitektur Berkelanjutan di Kendari: Tantangan dan Solusi” ini memberikan perspektif lokal yang sangat berharga.
Hendra Gunawan berbagi pengalaman langsung dalam menghadapi berbagai hambatan, mulai dari keterbatasan material lokal, pemahaman pasar yang belum matang, hingga peraturan bangunan yang belum sepenuhnya mendukung praktik berkelanjutan. Namun, dia juga menunjukkan bahwa peluang tetap terbuka besar, terutama dengan meningkatnya kesadaran pemerintah dan masyarakat Kendari terhadap pentingnya pembangunan berkelanjutan.
“Sebagai arsitek yang bekerja di Kendari, saya melihat permintaan yang semakin meningkat untuk desain yang ramah lingkungan, baik dari institusi pemerintah maupun swasta. Namun, tantangannya adalah masih terbatasnya tenaga profesional yang memahami aspek teknis dari arsitektur berkelanjutan. Oleh karena itu, saya sangat menghargai inisiatif Fakultas Arsitektur Unismuh Kendari dalam memberikan pengetahuan kepada mahasiswa tentang hal ini sejak dini,” kata Ir. Hendra Gunawan dalam dialog interaktif dengan peserta.
Webinar Lanjutan dan Workshop Teknis
Sebagai bagian integral dari rangkaian kegiatan, Fakultas Arsitektur juga menyelenggarakan webinar paralel untuk kelompok-kelompok spesifik mahasiswa. Webinar pertama, “Sustainable Material Selection and Local Resource Utilization,” dipimpin oleh Dr. Eka Prasetya, seorang ahli material konstruksi dari Universitas Hasanuddin Makassar. Webinar ini fokus pada identifikasi dan penggunaan material lokal yang berkelanjutan, dengan studi kasus khusus tentang pemanfaatan bambu, batu karang, dan bahan daur ulang dari limbah industri Sulawesi Tenggara.
Webinar kedua yang berjalan paralel menampilkan Ibu Drs. Lina Kusuma, M.Arch., seorang spesialis dalam perancangan ruang hijau dan lansekap berkelanjutan. Webinar “Green Spaces Design and Urban Biodiversity Enhancement” ini menarik perhatian khusus dari mahasiswa program studi Arsitektur Lansekap yang mencari pengetahuan mendalam tentang integrasi keanekaragaman hayati dalam desain urban.
Kedua webinar berlangsung di ruang-ruang terpisah dengan kapasitas masing-masing 80-100 peserta, memastikan interaksi yang lebih intim dan kesempatan untuk tanya jawab yang lebih mendalam. Fasilitator dari kalangan mahasiswa senior juga membantu mengelola diskusi dan mencatat poin-poin penting untuk didokumentasikan dalam laporan akhir kegiatan.
Perspektif Pimpinan Universitas
Prof. Dr. Mahfud Ismail, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif Fakultas Arsitektur dalam menyelenggarakan rangkaian kegiatan akademik ini. Dalam kesempatan yang terpisah, beliau menekankan komitmen universitas terhadap pengembangan pendidikan berkualitas yang relevan dengan kebutuhan zaman.
“Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kesadaran akan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Seminar seperti ini adalah salah satu cara kami untuk memastikan bahwa setiap mahasiswa yang lulus dari universitas kami siap menghadapi tantangan global sambil tetap sensitif terhadap kondisi lokal. Kami percaya bahwa investasi dalam pengetahuan dan kesadaran lingkungan hari ini akan menghasilkan arsitek-arsitek masa depan yang mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan berkelanjutan Indonesia,” ujar Prof. Mahfud Ismail dalam pernyataan tertulis kepada penulis.
Dampak dan Evaluasi Kegiatan
Memasuki penutupan acara pada pukul 16.30 WITA, penyelenggara melakukan sesi evaluasi singkat dengan peserta melalui kuesioner digital. Dari data awal yang dikumpulkan, tercatat bahwa lebih dari 85 persen peserta merasa sangat puas atau sangat memuaskan dengan kualitas presentasi, relevansi konten, dan organisasi acara. Banyak peserta mengharapkan adanya kelanjutan kegiatan serupa dalam waktu dekat, terutama dengan fokus pada aspek-aspek teknis yang lebih mendalam.
Seorang mahasiswa tingkat akhir, Nabila Salsabila dari Program Studi Arsitektur Unismuh Kendari, mengungkapkan antusiasmenya terhadap pembelajaran yang diperoleh. “Sebelum acara ini, saya hanya memahami arsitektur berkelanjutan sebagai konsep teoretis dalam mata kuliah. Tetapi setelah mendengarkan langsung dari praktisi seperti Pak Hendra dan menonton presentasi Prof. Bambang Setiawan, saya mulai melihat bagaimana hal-hal tersebut bisa diimplementasikan dalam dunia nyata. Ini sangat menginspirasi saya untuk topik skripsi yang saya rencanakan,” kata Nabila yang terlihat antusias.
Ketua Panitia Penyelenggara, Ir. Drs. Ahmad Fauzi, M.Sc., menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat. “Kesuksesan acara ini adalah hasil dari kerja keras tim, dukungan pimpinan universitas, dan partisipasi aktif dari mahasiswa. Kami juga sangat berterima kasih kepada semua pembicara yang telah meluangkan waktu untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka. Semoga pengetahuan yang diperoleh dalam seminar ini dapat diterapkan dalam karya-karya desain mahasiswa kami ke depannya,” ujar Ahmad Fauzi dalam penutupan acara.
Rencana Lanjutan dan Visi Jangka Panjang
Dalam upaya menjaga momentum ini, Fakultas Arsitektur Unismuh Kendari telah merencanakan serangkaian kegiatan berkelanjutan. Dekan Dr. Muhammad Rizki Pratama menyebutkan bahwa mereka sedang mengembangkan sebuah pusat riset dan inovasi arsitektur berkelanjutan yang akan menjadi hub pengetahuan dan praktik untuk wilayah Sulawesi Tenggara.
“Kami ingin tidak hanya menyelenggarakan seminar sesekali, tetapi membangun ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan. Pusat riset ini akan menjadi tempat di mana mahasiswa dapat melakukan penelitian mendalam, berkolaborasi dengan praktisi industri, dan bahkan mengembangkan prototipe desain berkelanjutan yang bisa diimplementasikan di komunitas sekitar kampus kami,” jelasnya.
Rencana jangka panjang ini juga mencakup pengembangan kurikulum yang lebih terintegrasi dengan praktik profesional, peningkatan kemitraan dengan universitas internasional, dan keterlibatan lebih aktif dalam proyek-proyek pembangunan berkelanjutan di Kendari dan sekitarnya.
Penutup
Seminar, webinar, dan kuliah umum yang diselenggarakan Fakultas Arsitektur Universitas Muhammadiyah Kendari pada 7 April 2026 menandai langkah signifikan dalam komitmen institusi terhadap pendidikan arsitektur berkelanjutan. Dengan menghadirkan pembicara berkualitas dari berbagai latar belakang dan geografis, acara ini berhasil memberikan perspektif holistik tentang tantangan dan peluang dalam desain berkelanjutan, khususnya dalam konteks tropis dan Indonesia.
Para mahasiswa yang hadir tidak hanya memperoleh pengetahuan akademis, tetapi juga inspirasi dan motivasi untuk menjadi arsitek-arsitek perubahan yang mampu menggabungkan inovasi teknologi dengan sensitivitas lingkungan dan sosial. Semangat ini diharapkan akan terus berkembang melalui implementasi dalam proyek-proyek akademik mereka dan, nantinya, dalam praktik profesional mereka.
Dengan semakin meningkatnya kesadaran global tentang pentingnya pembangunan berkelanjutan, Universitas Muhammadiy